Titis demi titis gerimis rebah,
Membasahi jalan bersalutkan tar,
Begermelapan lampu-lampu neon,
Terang benderang di balik selimut malam.
Lubuk persona aneka ragam,
Mencari ada, dicari
pun ada,
Bermaharajalela di lorong –lorong yang suram.
Dompet yang berisi jadi idaman,
Fakir miskin kaya raja,
Dua paksi yang saling memerlukan.
Penghuni neraka merajai minda,
Nafsu serakah jadi saluran,
Senyum tangis lantang kedengaran,
Sepanjang malam,
dan seterusnya.
Biduan Sore, 2012
Biduan Sore, 2012
No comments:
Post a Comment