10.11.2012

Mahluk Nokturnal



Titis demi titis gerimis rebah,
Membasahi jalan bersalutkan tar,
Begermelapan lampu-lampu neon,
Terang benderang di balik selimut malam.

 Di ceruk gelap itu,
Lubuk persona aneka ragam,
Mencari ada,  dicari pun ada,
Bermaharajalela di lorong –lorong yang suram.

 Bukan ukuran usia dan darjat,
Dompet yang berisi jadi idaman,
Fakir miskin kaya raja,
Dua paksi yang saling memerlukan.

 Di ceruk gelap itu juga,
Penghuni neraka merajai minda,
Nafsu serakah jadi saluran,
Senyum tangis lantang kedengaran,
Sepanjang malam,
dan seterusnya.

Biduan Sore, 2012

No comments:

Post a Comment